SegihanSebulu.Wordpress.Com

Media Sosial Online Jurnal Segihan

Ada yang Keliru dari Lambang Unmul

  Berkas:Unmul.jpg

Lambang Universitas Mulawarman dengan spesifikasi seperti dua gambar di atas biasa kita lihat di sampul skripsi, sampul buku dan dokumen lembaga Unmul, spanduk serta baliho di lingkungan kampus.

Flowing Rock

Pembaca yang budiman, tahukah Anda, lambang Unmul seperti contoh di atas merupakan lambang yang kurang tepat?

Seandainya kebenaran itu dinilai dari besarnya kuantitas, suara mayoritas, ataupun banyaknya manusia yang memakainya, maka boleh jadi lambang di atas adalah sahih alias valid. Tetapi, kebenaran adalah fakta ilmiah walaupun hanya dicetuskan oleh satu orang dan kebanyakan manusia mengingkarinya.

Saya membuka Buku Mengenal Universitas Mulawarman pada bab “Arti dan Keterangan Lambang Universitas Mulawarman”. Di bawah ini kutipannya, dengan perbaikan tata bahasa.

Arti dan keterangan lambang Universitas Mulawarman:
Warna dasar hijau: melambangkan ilmu pengetahuan
Rotan dengan warna kuning: menunjukkan persatuan yang terjalin antara berbagai suku dan aliran yang terdapat di Indonesia.
Perahu yang berwarna hitam putih, melingkari sisi-sisi lubang yang membawa guci berwarna putih-cokelat: menyatakan akan kewajiban Universitas untuk mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan. Guci di pedalaman, khususnya Kaltim adalah tempat menyimpan barang-barang keramat atau untuk menyimpan tulang-belulang nenek moyang. Guci dilambangkan sebagai wadah untuk menyimpan ilmu pengetahuan yang harus dikembangkan dan disampaikan kepada putra-putri Indonesia.
Tiga garis putih berombak di bawah perahu: menunjukkan di atas mana perahu itu berlayar. Seperti dimaklumi, Kota Samarinda tempat Universitas Mulawarman berdiri, terletak di pinggir sungai Mahakam.
Roda mesin berwarna kuning yang melingkari perahu: menunjukkan zaman kita berada dalam taraf kemajuan teknik yang luar biasa, namun kita tetap berkepribadian.

Mohon Anda perhatikan lambang Unmul pada lima gambar/foto di atas pada bagian guci di atas perahu. Semua guci berwarna putih-hitam, sedangkan menurut ketentuan resmi warnanya adalah putih-cokelat. Inilah letak kekeliruan lambang Unmul yang kebanyakan beredar dan bahkan dipakai oleh Rektorat dalam acara dan seremonial resmi.

Sebenarnya ada satu pihak yang menggunakan lambang dengan guci selain warna putih-hitam, yakni pengelola website resmi Unmul. Namun sayangnya, guci pada lambang Unmul yang dipublikasikannya berwarna putih-merah.

Semestinya lambang Unmul yang tepat dengan guci putih-cokelat adalah seperti ini:

Jadi, mari kita bersama menggunakan lambang Unmul yang benar dengan spesifikasi seperti file yang saya edit ini.   (Yournalia Shagieta)

About these ads

9 Komentar

  1. iseng ah, wa komen : sebetulnya bagus Juga, klo warna coklat diganti menjadi Hitam. menurut eik itu lebih masuk Logika, Warna Putih disisi Lain merupakan efek yg terkena sinar matahari dari arah sebelah kiri jadi terkesan terlihat putih dan diberi warna putih. sedangkan warna hitam, merupakan bagian benda yang tidak terkena sinar matahari, jadi terkesan Gelap. bayangkan jika diberi warna coklat ? yg menjadi MAKNA disini adalah Guci nya dan bukan warna coklatnya. setiap benda yang bergerak disiang hari , memiliki dua sisi yg berbeda karena dampak cahaya itu sendiri, ada Bagian Gelap dan ada terang. berikut juga warna hitam di bagian bawah perahu, merupakan bagian yg tidak terkena sinar matahari. dan bila warna coklat dirubah menjadi hitam, sepertinya itu sah2 saja, karena tidak merubah makna yang terkandung dari guci itu sendiri. kecuali bila warna Guci itu sendiri yg mengandung arti, contoh : kecuali bila bendera merah putih yang diganti menjadi kuning putih,,itu jelas mengubah makna dan tradisi. apakah ada pengaruhnya, bila dari kain yang berbeda kita membuat bendera merah putih dengan warna yg sama ? kalau anda memiliki persepsi sprti itu, artinya kita harus menegaskan bahwa merah putih harus dibuat dari jenis bahan kain yang sama. padahal bukan kainnya yang memiliki makna, tapi warnanya. bingung ya ? sama tuh,
    gakgkagkakgkk

    • Yournalia Shagieta

      Logo bukanlah foto natural yang ada efek pencahayaan padanya. Logo Unmul dibakukan spesifikasinya dalam Statuta (anggaran dasar dan rumah tangga) Unmul. Jika hendak memodifikasinya, tentu harus ada keputusan resmi sesuai peraturan hukum yang berlaku.

    • hehehe… kalau saya ga bingung tuh. Kembali saja ke statutanya saja. Kalau disitu bunyinya putih coklat, ya berarti sudah pasti putih coklat. Kalau mau diganti hitam putih juga boleh, tetapi ganti dulu statutanya. SImpel kan?

  2. iyaa, sebelumnya saya membaca tentang makna logo anda yaitu berupa Tiga Garis putih bergelombang di bawah perahu, Garis putih itu tidak memiliki Makna yang khusus seperti Guci atau Roda Mesin, tapi lebih cenderung pada makna natural sebuah gambar , bahwa perahu memang berjalan diatas air. mengenai perubahan pada Logo memang itu di atur oleh undang-undang hak cipta : beberapa hal yg saya petik tentang pasal nya :

    Pasal 2
    (1) Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembata san menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    (2) Pencipta dan/atau Pemegang Hak Cipta atas karya sinematografi dan Program Komputer memiliki hak untuk memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa persetujuannya menyewakan Ciptaan tersebut untuk kepentingan yang bersifat komersial.

    Pasal 5
    yang dianggap sebagai Pencipta adalah:
    a. orang yang namanya terdaftar dalam Daftar Umum Ciptaan pada Direktorat Jenderal; atau
    b. orang yang namanya disebut dalam Ciptaan atau diumumkan sebagai Pencipta pada suatu Ciptaan.

    Pasal 6
    Jika suatu Ciptaan terdiri atas beberapa bagian tersendiri yang diciptakan oleh dua orang atau lebih, yang dianggap sebagai Pencipta ialah orang yang memimpin serta mengawasi penyelesaian seluruh Ciptaan itu, atau dalam hal tidak ada orang tersebut, yang dianggap sebagai Pencipta adalah orang yang menghimpunnya dengan tidak mengurangi Hak Cipta masing-masing atas bagian Ciptaannya itu.

    Pasal 7
    Jika suatu Ciptaan yang dirancang seseorang diwujudkan dan dikerjakan oleh orang lain di bawah pimpinan dan pengawasan orang yang merancang, Penciptanya adalah orang yang merancang Ciptaan itu.

    Pasal 24
    (2) Suatu Ciptaan tidak boleh diubah walaupun Hak Ciptanya telah diserahkan kepada pihak lain, kecuali dengan persetujuan Pencipta atau dengan persetujuan ahli warisnya dalam hal Pencipta telah meninggal dunia.
    (3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku juga terhadap perubahan judul dan anak judul Ciptaan, pencantuman dan perubahan nama atau nama samaran Pencipta.
    (4) Pencipta tetap berhak mengadakan perubahan pada Ciptaannya sesuai dengan kepatutan dalam masyarakat.

    dan Bila UnmuL sendiri sebagai pemegang Hak eksklusif atas logo tersebut dan sudah terdaftar dalam Direktorat JendraL, itu sudah diatur dalam pasal 24, ayat 3 dan 4.

    itu menurt gw looo….

    jadi sah saja, bila ada perubahan pada warna Guci, selama ini tidak ada tuntutan dari pemilik hak cipta tentang perubahan tersebut, artinya, bisa jadi :
    a. Pemilik hak cipta sendiri yang memberi kuasa atas perubahan warna Guci.
    b. perubahan dianggap tidak melanggar kepatutan dalam masyarakat.
    c. bila di tela’ah mengenai makna warna :
    coklat : adalah lambang kemakmuran
    hitam : adalah lambang kekuatan dan ketabahan.
    semua nya dianggap pantas, dan pemilik hak cipta menyetujui nya,

    • Yournalia Shagieta

      Tampaknya Pak Jaka bukan alumnus Unmul atau pernah bertugas di lingkungan Unmul, dan bahkan bukan asli warga Kaltim. Kalau boleh saya menilai, kultur kritis dan ilmiah di Unmul agak kurang jika dibandingkan dengan perguruan tinggi di Pulau Jawa. Oleh karena itu, terjadinya perubahan warna pada logo dibiarkan berlarut-larut sampai tak ada yang menyadarinya. Begitu pula perubahan nama gedung serbaguna Unmul dari Gelora menjadi GOR.

      Jangan harap ada tuntutan dari desainer logo. Bahkan plagiat skripsi pun tak pernah terungkap padahal sudah rahasia umum ada oknum mahasiswa yang melakukannya.

      Saya menduga, terjadinya perubahan warna logo dimulai oleh pencetak sampul skripsi pada masa lalu, yang dengan cara sablon untuk menghemat penggunaan tinta. Akhirnya, logo tersebut tersebar luas hingga logo asli pun terlupakan.

      Perbedaan warna tidak bisa dianggap sah karena apabila ditoleransi, maka bisa saja nanti ada yang mengganti dengan warna-warna lain sesuka hatinya.

  3. iyaa..yaa..yaaa.,tapi bila anda bisa menyampaikan complain maslah warna Guci ini, mungkin kpd Rektor UnmuL atau ketua Dekan, atau yg bekompeten di bidangnya, ada baiknya sebelum menjurus ke hal yg lebih extrem, misal Guci diganti dengan Botol, atau perahunya diganti dengan kapal Ponton …gakgakgkagk. saya jadi tambah penasaran untuk mngetahui keterangan/alasan dari pihak terkait tentang penggantian warna tsb, saya jadi penasaran, tolong di liput yaa, bila berkenan mencari jawaban dari masalah warna pada guci tsb..

    maksudnya, bagaimana reaksi dari Pihak UnmuL sendiri, tentang penggantian warna pada guci tsb, trm ksh.

  4. volron

    kalau menurut saya lambang Unmul malah perlu disederhanakan dan distandardisasikan
    lambang saat ini terlalu rumit, akibatnya duplikasinya susah, dan jadinya beraneka ragam versinya (meskipun saya lebih suka memakai lambang nomor 2 karena lebih rapi menurut saya)
    cukup diambil satu simbol yang mewakili Unmul: mungkin cukup simbol guci-nya saja yang diambil

  5. volron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: