SegihanSebulu.Wordpress.Com

Media Sosial Online Jurnal Segihan

Kontroversi Foto Ular Raksasa di Kalimantan

Foto ular raksasa di Kalimantan yang menghebohkan pernah dimuat oleh Surat Kabar Harian Tribun Kaltim. Sebagian orang ada yang mempercayai kebenarannya. Namun, tulisan dari Blog Enigma (blog yang khusus meneliti dan mengungkap misteri secara ilmiah) mengungkap adanya rekayasa pada foto tersebut. Berikut ini saduran dari analisis Blog Enigma berjudul “Rekayasa Foto Ular Raksasa Borneo” yang dipublikasikan pada 1 Juli 2009.

Februari 2009, sebuah foto diserahkan oleh seorang tidak dikenal ke surat kabar Telegraph di London. Ia mengaku bahwa ia adalah seorang anggota tim SAR dan sedang memantau wilayah banjir di Malaysia dengan helikopter, ia melihat seekor ular raksasa sedang berenang di sungai Baleh dan segera memotretnya. Lalu pada tanggal 20 Februari 2009, Telegraph mempublikasikan foto tersebut dengan judul “Photograph shows ‘giant snake’ lurking in Borneo River”. Foto tersebut dengan cepat beredar di internet dengan kehebohan yang luar biasa. Tidak banyak yang mengetahui bahwa foto tersebut ternyata adalah sebuah tipuan yang cerdas. Kita sebut cerdas karena London’s Telegraph pun tertipu begitu saja.


Pertama-tama, Sebuah foto dapat disebut hoax (tipuan) apabila memenuhi dua unsur. Yang pertama adalah apabila ada seseorang yang mengakui perbuatannya memalsukan foto tersebut. Yang kedua adalah apabila ditemukan bukti yang jelas bahwa foto tersebut dipalsukan. Apabila kita hanya menyebut sebuah foto sebagai hoax tanpa ada dasar yang jelas, maka itu adalah sebuah asumsi. Selama dua unsur di atas tidak terpenuhi, maka sebuah foto akan selalu terbuka untuk diperdebatkan.

Kembali ke soal foto, Telegraph hanya mempublikasikan foto pertama. Foto kedua dipublikasikan oleh Daily Mail, salah satu media ternama di Inggris, menyusul publikasi dari Telegraph. Asal-usulnya tidak disebutkan. Dua foto tersebut sama-sama menunjukkan adanya seekor ular raksasa, namun diambil pada dua lokasi yang berbeda. Foto pertama diambil dari sebuah helikopter, menampakkan seekor ular yang sedang berenang di sepanjang sungai yang dikelilingi hutan.

Sedangkan foto kedua menunjukkan ular tersebut sedang berenang mendekati pemukiman warga. Kedua foto tersebut dianggap diambil di sungai yang sama dan menampakkan ular yang sama.


Sebenarnya tidak butuh seorang ahli untuk mengetahui keaslian foto tersebut. banyak kejanggalan-kejanggalan yang terlihat. Ketika pertama kali dipublikasikan, pertanyaan pun segera dilontarkan oleh mereka yang mencurigai keasliannya. Mengapa hanya ada 1 foto dari atas helikopter? Apabila seekor ular terlihat dari sebuah helikopter, maka si pemotret akan mengambil 100 foto, bukan 1 foto. Hal yang sama juga berlaku untuk foto kedua. Lalu, mengapa orang yang menyerahkan foto itu tidak ingin diketahui identitasnya? Apabila foto itu asli, maka bisa dipastikan pemotretnya akan menjadi terkenal dalam arti positif. Lalu kenapa menolak untuk menyebutkan identitasnya? Jawabannya karena foto tersebut adalah hoax.

Keanehan yang lain adalah, coba bandingkan kedua foto tersebut. Kedua foto tersebut dianggap diambil di sungai yang sama dan menampakkan ular yang sama. Ada sesuatu yang terasa janggal. Pernahkah Anda bermain mencari perbedaan dari kedua gambar yang mirip? Coba lihat foto tersebut. Kejanggalannya adalah WARNA AIR SUNGAI. Foto pertama menunjukkan air sungai yang berwarna hitam atau hijau gelap. Foto kedua menunjukkan warna sungai yang coklat berlumpur. Hal ini menunjukkan Kedua foto tersebut diambil di DUA SUNGAI YANG BERBEDA.

Karena kisah yang menyertai foto tersebut adalah seekor ular raksasa di sungai Baleh, maka kita bisa menjelajah google untuk mencari foto sungai Baleh yang di foto dari atas. Setelah masuk ke beberapa halaman google, kita menemukannya. Inilah foto sungai Baleh dari atas. Kelokannya sama, pohon-pohonnya mirip, tetapi warna airnya berbeda.


Namun, sebuah bukti lain cukup untuk menutup kasus ini untuk selamanya. Sebuah foto original dari foto yang direkayasa ditemukan berada di sebuah website dari Kongo, Afrika. Inilah fotonya. Sebuah aliran sungai tanpa ular di dalamnya.


Hal ini mengkonfirmasi kemungkinan bahwa foto pertama bukan foto sungai Baleh. Foto di atas adalah foto sungai Kongo di Afrika. Sedangkan foto kedua, kemungkinan memang diambil di sungai Baleh, yang kemudian direkayasa.

Dan inilah pukulan terakhir bagi Daily Mail. Foto kedua yang diterbitkan oleh Daily Mail adalah salah satu finalis sebuah kontes photoshop tahun 2002 yang bernama “Cryptozoo 2″ yang dikirim oleh seseorang dengan nama “SilkenFairy”. Judul foto tersebut adalah “Snake!”

Sampai sekarang, orang yang menyerahkan foto tersebut masih belum diketahui identitasnya. Namun foto ini memenuhi unsur hoax karena ada bukti yang jelas ditemukan.

Sebenarnya kita cukup Heran karena London’s Telegraph dan Daily Mail bisa tertipu, Ketika pertama kali melihat foto tersebut, kita hanya melihat sebuah rekayasa photoshop yang tidak profesional, kita pernah melihat foto hasil photoshop yang jauh lebih baik dari kedua foto tersebut.   (Yournalia Shagieta)

Sumber saduran: http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/07/rekayasa-foto-ular-raksasa-borneo.html
About these ads

1 Komentar

  1. priyo

    editan itu gan.:-P

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: